Cara Mengetahui Bahwa Pasanganmu adalah Orang Yang Tepat

Jatuh cinta itu mudah. Ini adalah pengalaman yang pasif dan spontan, Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?" mungkin dalam hati kita pernah menanyakannya.



SETIAP ikatan memiliki siklus perjalanan. Pada awalnya, Kita jatuh cinta dengan pasangan Kita. Kita senang mendengar panggilan mereka, ingin menyentuh mereka, dan menyukai keanehan mereka. Jatuh cinta dengan pasangan Kita tidaklah sulit. 

Bahkan, itu adalah pengalaman yang benar-benar alami dan spontan. Kita tidak perlu melakukan apa-apa. Itu sebabnya itu disebut "jatuh" cinta ... Karena itu terjadi begitu saja PADA KITA.

Jatuh cinta itu mudah. Ini adalah pengalaman yang pasif dan spontan. Tapi sering saya lihat setelah beberapa tahun perkawinan, euforia cinta memudar. Ini memang siklus alami SEMUA ikatan, semakin lama akan semakin usang. 


Perlahan tapi pasti, panggilan telepon menjadi hal yang merepotkan, sentuhan tidak selalu diterima dan keistimewaaan pasangan Kita, bukannya manis seperti masa awal, tp mengendalikan Kita secara alami dan tak jarang itu terkadang membuat kita gila. 

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing orang, tapi jika Kita berpikir tentang pernikahan Kita, Kita akan melihat perbedaan dramatis antara tahap awal ketika Kita jatuh cinta dan tahap berikutnya lebih mengesalkan atau bahkan membuat marah.

Pada titik ini, Kita atau pasangan Kita mungkin mulai bertanya, "Apakah saya menikah dengan orang yang tepat?"


Dan ketika kita maupun pasangan kita mencoba merefleksikan euforia cinta yang pernah terjadi, kita mungkin mulai membandingkan kehidupan kita dengan orang lain diluar rumah kita. Ini biasanya terjadi ketika pernikahan mulai menjauh dari rasa bahagia. 

Banyak orang menyalahkan pasangan mereka untuk ketidakbahagiaan mereka dan melihat kehidupan diluar pernikahan mereka untuk pelampiasan. pelampiasan ini dalam segala bentuk dan ukuran.

Perselingkuhan adalah yang paling jelas. Tetapi kadang-kadang orang-orang beralih ke pekerjaan, ada jg yang tambah rajin beribadah, hobi, mendahulukan pertemanannya, nonton TV berlebihan, atau mulai kasar baik secara kata maupun fisik. Tapi jawaban atas dilema ini TIDAK berada di luar perkawinan Kita. 


Tapi terletak di dalamnya. Saya tidak mengatakan bahwa Kita tidak bisa jatuh cinta dengan orang lain. Kita bisa..... Dan SEMENTARA Kita akan merasa lebih baik. Tapi kita akan dalam situasi yang sama beberapa tahun kemudian karena:

KUNCI UNTUK berhasil dalam PERNIKAHAN ITU BUKAN MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, TAPI BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG SUDAH KITA DITEMUKAN MENJADI PASANGAN KITA.

Mempertahankan cinta bukanlah pengalaman yang pasif atau spontan. Ini akan & pernah begitu saja terjadi pada Kita. Kita tidak dapat "menemukan" cinta yang selamanya. 


Kita harus "mencari" hari demi hari. Itulah mengapa ada ungkapan "diperbudak cinta." Karena untuk meraihnya membutuhkan waktu, usaha, dan energi. 

Dan yang paling penting, dibutuhkan KEBIJAKSANAAN. Kita harus tahu APA YANG HARUS DILAKUKAN untuk menjalankan tugas perkawinan Kita. Tidak membuat kesalahan tentang itu. Cinta bukanlah misteri. Ada hal-hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan atau tanpa pasangan kita) untuk sukses dalam perkawinan Kita.

Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gravitasi), juga ada hukumnya. Sama seperti diet yang tepat dan program latihannya, membuat Kita secara fisik lebih kuat. 


Kebiasaan tertentu dalam hubungan Kita akan membuat pernikahan Kita lebih kuat. Ini hukum “sebab akibat”. Jika Kita tahu dan menerapkan hukumnya, hasilnya bisa kita prediksi ... Kita bisa "membuat" cinta.

Cinta dalam perkawinan memang suatu "keputusan" ... Tidak hanya karena perasaan semata.

Untuk yang belum menikah

CINTAILAH SEPENUHNYA SIAPA YANG JADI JODOH KALIAN KELAK YANG TELAH MELEWATI PERNIKAHAN BUKAN PASANGAN TANPA IKATAN KALIAN SAAT INI.

Sumber : cerita & motivasi
Labels: Cerita dan Motivasi

Thanks for reading Cara Mengetahui Bahwa Pasanganmu adalah Orang Yang Tepat. Please share...!

Back To Top