Cinta Itu Memang Menyakitkan

Mereka telah saling mengenal sejak bersekolah dan sejak menjadi sahabat baik. Mereka berbagi semua dan apapun juga dan menghabiskan banyak waktu bersama didalam dan setelah sekolah. Tetapi hubungan mereka tidak berkembang lebih jauh namun hanyalah sebatas teman.

Dian menyimpan rahasia, kekagumannya dan cintanya kepada Hendra. Dia memiliki alasan tersendiri untuk menyimpan hal itu sendiri.

TAKUT! Takut akan penolakan, takut jika Hendra tidak merasakan hal yang sama, takut kalau Hendra tidak menerimanya sebagai temannya lagi, takut kehilangan seseorang yang dia merasa nyaman bersamanya. Setidaknya jika dia tetap menjaga perasaannya, dia mungkin masih bisa bersama Hendra dan dengan harapan, bahwa Hendra lah yang akan mengatakan bagaimana perasaannya kepada Dian.


Waktu terus berjalan dan sekolah telah bubar. Hendra dan Dian pergi ke arah yang berlainan. Hendra melanjutkan studinya ke keluar negeri, sedangkan Dian mendapatkan pekerjaan. 

Mereka tetap saling berhubungan, dengan surat, saling mengirimkan foto masing-masing dan saling mengirimkan hadiah. Dian merindukan Hendra akan kembali. Dia telah memutuskan bahwa dia memiliki kekuatan untuk mengatakan kepada Hendra bagaimana perasaan cintanya, jika Hendra kembali.

Dan tiba-tiba, surat dari Hendra terhenti. Dian menulis kepadanya, tetapi tidak ada jawaban. Dimana dia? Apa yang terjadi? Banyak pertanyaan yang ada di kepalanya. Dua tahun berlalu dan Dian tetap berharap bahwa Hendra akan kembali atau setidaknya mengiriminya surat. Dan doanya terkabul.

Dia menerima surat dari Hendra, mengatakan.. .! ” Dian, aku punya kejutan untukmu…temui aku di bandara pukul 7 malam. Aku tidak kuat menunggu untuk menemuimu lagi. Cinta dan cium Hendra”

Dian berbunga-bunga. Cinta dan cium, berarti banyak bagi seorang wanita yang belum merasakan cinta sebelumnya. Dia begitu gembira atas kata-kata itu.

Ketika harinya telah tiba, Dian menunggu dengan cemas. Dia memakai pakaian terbaiknya dan berusaha terlihat secantik mungkin. Dia mencari Hendra kesana kemari. Tetapi tidak dilihatnya Hendra. Kemudian datang seorang wanita dengan pakaian ketat berwarna biru yang seksi.

Dia begitu perhatian melihat Dian, “Hai! Aku Hestie, temannya Hendra. Kamu Dian?” tanyanya. Dian menganggukkan kepala. “Maaf, aku punya kabar buruk bagimu. Hendra tidak akan datang. Dia tidak akan pernah bisa datang lagi,” kata wanita itu, sambil meletakkan tangannya di pundaknya Dian.

Dian tidak dapat mempercayai hal yang dia dengar!!! Apa yang telah terjadi?? Dian bingung, dia amat sangat khawatir sekali dan wajahnya menjadi pucat. “Dimana Hendra? Apa yang terjadi padanya??? Katakan padaku…” Dian memohon kepada si wanita.

Si wanita melihat dengan cermat ke Dian dan dia menepuk pundak Dian dan mengatakan,

“ALAMAK DIAN… INI EYKE HENDRA… APAKAH EYKE TERLIHAT CANTIK SEKARANG? AIH….AIH.. ….YEY NGGAK BISA NGENALIN EYKE LAGI YAH??? IHHH… SEBEL DEH….. !!!”

………dan kemudian Dian-pun langsung terkapar tak sadarkan diri….. melihat lelaki pujaannya berubah jadi multi gender......!!!!!!!!!!!!

Hahahahahahahaha.. ….serius amat bacanya !!

Sumber : cerita & motivasi (Hareem Musashi)
Labels: Cerita dan Motivasi

Thanks for reading Cinta Itu Memang Menyakitkan. Please share...!

Back To Top